Kamis, 18 Juni 2015

Stories

Lelaki ini, orang kedua yang kucintai setelah “ama”. Aku terus dibuatnya kembali untuk jatuh cinta. Sebenarnya, aku tak ingin menulis dengan mengandung kata hiperbola. Tapi ini adanya. Semuanya tentang kita cukup buat aku bahagia. Semoga kita ditakdirkan bersama♥.


Jumat, 20 Februari 2015

Attention Deficit/Hyperactive Disorder, Predominantly Innattentive Type


Attention Deficit/hyperactive Disorder, Predominantly Inattentive Type merupakan salah satu ciri utama anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Mereka lebih nampak sebagai anak hiperaktif. Kenyataannya, ADHD tidak selalu disertai dengan gangguan hiperaktif, meskipun banyak pula yang ditemukan hanya mengalami kemunduran dalam pemusatan perhatian. Gangguan ini adalah salah satu gangguan tipe ADHD yang membuat individu tersebut sulit dalam memusatkan perhatian sehingga tidak dapat mengerjakan tugas-tugas dengan baik, tidak dapat melakukan perintah, tidak dapat mendengarkan percakapan dengan baik, mudah lupa, serta tidak dapat melakukan sesuatu secara rutin.
Lingkungan merupakan sumber yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan seseorang. Jika seseorang mengalami hambatan dalam penyesuaian sosial dan lingkungan, maka orang tersebut akan mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Namun kompleksnya, ADD (Attention Deficit Disorder) ini tidak hanya mengakibatkan hambatan dalam belajar, tetapi juga dalam kehidupan lainnya yang lebih luas. Meskipun demikian, tidak berarti anak tersebut tidak mempunyai potensi yang bisa dikembangkan. Mengingat bahwa hampir semua anak ADHD tergolong memiliki kemampuan rata-rata, bahkan ada yang diatas rata-rata. Kegagalan dalam belajar yang dialaminya lebih disebabkan karena terlambatnya penanganan dan tidak akuratnya pengelolaan penanganan yang dilakukan.  Karena kemampuan dasar yang hampir sama dengan anak pada umumnya, tidak jarang anak ADD sulit dibedakan dengan anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik yang disertai dengan gangguan tingkah laku. Sehingga dampak dari hal tersebut menyebabkan anak dengan gangguan pemusatan perhatian tidak mampu berprestasi dalam banyak bidang pelajaran sekolah. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis yang cermat melalui asesmen yang holistik secara berkesinambungan dengan melibatkan orang tua dan guru.
Dalam sebuah literatur, ADHD pertama kali ditemukan pada tahun 1902 oleh seorang dokter Inggris, Profesor George F. Still, di dalam penelitiannya terhadap sekelompok anak yang menunjukkan suatu “ketidakmampuan abnormal untuk memusatkan perhatian, gelisah, dan resah” memiliki kekurangan yang serius ‘dalam hal kemauan’ yang berasal dari bawaan biologis. Anggapannya, bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh sesuatu ‘di dalam diri anak dan bukan karena faktor-faktor lingkungan.
ADHD dapat terjadi karena kerusakan pada sistem persarafan pusat di otak, khususnya pada kimiawi otak seperti Neurotransmiter.  Namun demikian penyebab ADHD telah banyak diteliti dan dipelajari tetapi belum ada satu pun penyebab pasti yang tampak berlaku bagi semua gangguan yang ada. Berbagai virus, zat-zat kimia berbahaya yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar, faktor genetika, masalah selama kehamilan atau kelahiran, atau apa saja yang dapat menimbulkan kerusakan perkembangan otak, berperan penting sebagai faktor penyebab ADHD ini.

Gejala Utama Tipe Hiperaktif Inatensi (kurang pemusatan perhatian)
            Pada tipe hiperaktif inatensi muncul gejala adanya perilaku menyimpang dan tingkat perkembangan yang tidak tetap.
Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian. Seperti,
1. Tidak suka memerhatikan lawan bicara
          2. Sering kehilangan barang-barang penting miliknya (seperti buku, pensil, dan alat                tulis lainnya) sewaktu berada di sekolah.
3. Tidak pernah teliti dan memelihara peralatan sekolah.
4. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.
5. Mainan, dll sering tertinggal.
6. Sering membuat kesalahan.
7. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

Sumber :

Aprian. ADHD. http://aprian.blogdetik.com/adhd/.(blogdetik). diakses 20 Februari 2015.
Astati, dkk. 2013. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jurusan Pendidikan Khusus: Bandung.
Delphie, Bandi. 2009. Layanan Perilaku Anak Hiperaktif. PT. Intan Sejati : Klaten.



Rabu, 07 Januari 2015

How to Make a Discus Modification for Special Childrens



Ingredients :
1. 2 Plastic plates
2. Glue
3. Sticker
4. Rags
5. Matches

Procedure :
1. First, provide tool and materials
2. Peel outskirts the plates
3. Put a rags in the plate
4. And lid the plate
5. Then, glue the outskirts of the plate
6. Use solasiban and sticker that are not easily separated
7. Repair the outskirts with matches
8. And then, a discus modification have finished.

Selasa, 16 September 2014

LIFE

Hidup layaknya sederetan kata yang hanya menyisakan beberapa spasi
Terkadang kita butuh koma untuk mengistirahatkan perjalanan panjang kita
Seringkali muncul tanda tanya disaat kita kehilangan arah
Sesekali kita juga menghadirkan tanda seru ketika kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan
Sadarlah perjalanan hidup ini terkadang butuh peta dan catatan yang senantiasa memberi petunjuk dan evaluasi jalan kita
Yakinlah bahwa titik bukanlah akhir dari segalanya, karena masih ada banyak yang harus kita untai agar menjadi sebuah lembar kehidupan yang jauh lebih indah.

Senin, 15 September 2014

Mission Failed, Try again

Fighting! Fighting! Fitghting!
Disemester tiga ini, mata kuliahnya banyak banget yang menantang, mulai dari belajar bagaimana bisa mengassesmen anak, sampai memberikan intervensi yang tepat untuk bisa membantu memberikan layanan pendidikan si anak. Dan aku harus benar-benar ekstra mengeluarkan kemampuan yang ada, harus banyak membaca dan pasang muka serius kalau belajar. Haha
Hari ini, aku, sita, putri, miftah, muna, rahmat, dan roviz pergi mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di TK disekitar gerlong. Karena kami semua bukan asli orang Bandung, tentu kami kesulitan menemukannya. Memberanikan diri bertanya kepada orang yang ada disekitar.
Sampai di TK yang pertama, guru memaparkan kalau disana tidak ada anak berkebutuhan khusus.
“sebelumnya ada, tapi karena kami mengalami kesulitan untuk merawat, kami menyarankan orangtuanya untuk membawa anak tersebut ke sekolah yang didalamnya ada pendamping khusus” ujar salah satu guru.
Yah.. kasian”ujarku dalam hati
Kami melanjutkan perjalan ke TK selanjutnya. Di TK berikutnya juga tidak bisa.
“terlalu penuh nak, maaf”
Baiklah, tunggu perjuangan kami selanjutnya . Mission failed hahah
-___-“



 
Foto dulu, clek ! :p

Sita, Miftah, Muna, Putri, Nadhifah

Senin, 08 September 2014

Puisi

Tuhan maafkan aku,
Terimakasih atas segala yang tak terhingga ini
Cinta Engkau kepada hamba Mu lah yang tidak bertepi
Aku hanya ingin cintaku ini sampai akhir
Berakhir bahagia dan tentu cinta yang halal dan sederhana
Jika karena cinta ini aku terus menjauh dariMu, ku mohon jangan biarkan, tapi sadarkan.
Dan aku bukan seperti aku adanya.
Tpi jujur aku membutuhkan cinta ini, semangat, bahagia ada disini
Aku butuh cinta ini selain dari cinta Mu
Aku tak bisa hidup tanpa cinta dari Mu Rabb
Namun, aku takkan sanggup berdiri tanpa cintanya.



Senin, 18 Agustus 2014

Marriage ??




Marriage?? Kamis lalu, Rahmi sahabat semasa SMA ku sampai akhir massa mengajak ku untuk pergi ke Sigli, karna ada acara antar dara baroe (pengantin wanita dalam bahasa Aceh) di sana. Sebelumnya, aku pernah mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin sekali kesana, karna aku hanya ingin melihat-lihat kota Sigli, sekedar ingin tahu saja kupikir.
Singkat cerita, aku sampai disana. Setelah bersusah payah mendapatkan izin dari orangtua. Tentu saja ama (sebutan bapak dalam bahasa Gayo) keberatan. Setelah dizinkan, kami pun berangkat setelah ashar. Aku Rahmi beserta keluarga bersiap untuk berangkat.
Tiba disana sekitar pukul 7. Kulihat kanan kiri melewati jendela mobil, sepi. Saat sampai di rumah, istirahat sejenak, lalu ku luruskan kaki sambil memegang handphone, siap untuk mengabari orang terdekat bahwa sudah sampai tujuan dengan selamat. Terpikir sejenak, seandainya bisa berjumpa dengannya, pasti pengalaman ini jadi tambah menarik. Ah.. Tapi, itu tidak mungkin.
Selepas shalat magrib, kami pergi ke rumah saudara rahmi untuk takziah, lalu kembali pulang, dan prepare untuk tidur. Aku dan Rahmi berusaha untuk memejamkan mata meskipun sulit, ada saja bahan yang ingin kami bicarakan. Serasa ingin melampiskan rasa rindu yang telah menggunung ini. Dan kami pun tertidur.
Esok hari, paginya kami bersiap untuk pergi antar dara baroe. Jam menunjukkan pukul 9. Sesampai disana, kami duduk lalu makan siang. Aku penasaran sama pengantin barunya, aku pun berdiri didepan pintu, senyum mereka merekah, senyum kebahagian. Turut bahagia ucapku dalam hati.
Terlintas sejenak dipikiran, seandainya aku yang duduk disitu, apa yang akan terjadi hahaha. Bagiku pernikahan itu mengerikan, selain itu juga merepotkan. Kalau ditanya kenapa, tentu mereka sudah tau penyebabnya . Aku paling benci berdandan, rasanya kepercayaan diriku sirna sudah. Berbeda dengan teman-temanku yang lain, kalau ditanya komentar tentang pernikahan mereka semua menjawab akan mendesain hari specialnya itu dengan meriah, lalu ia ingin tampil bak putri kahyangan. Silahkan ujarku!
Kuku yang dihiasi inai, bulu mata anti badai dipasang, sanggul penuh bunga tersasak, lalu apalagi, banyak hal lain yang akan dipakai. Repot! Ini semua belum terbayang dalam pikiran ku. Mereka semua mengaku bahwa itu adalah hal paling bahagia didunia. Aku mengerti, dan sebenarnya aku ingin juga punya percaya diri sebagus itu, tapi ya apa boleh buat, dan ku pikir aku akan memikirkannya lagi nanti. Perjalanan ini masih terlalu jauh.
Sejujurnya, sebagai wanita tulen, tentu saja aku ingin tampil berbeda, cantik, dan anggun dihari spesial itu. Apalagi yang disamping ku orang yang aku cintai dan aku sayangi setia menemani. Dan aku mau tampil beda! Janji :D hihi